Pengolahan Air Limbah Industri Tahu Menjadi Pupuk, Mudah dan Ramah Lingkungan

Sebagai industri yang membutuhkan banyak air dalam proses produksinya, air limbah industri tahu menjadi salah satu sumber masalah pencemaran air terutama sungai. Industri tahu dikenal menghasilkan limbah padat maupun cair. Limbah padat industri tahu masih bisa dipakai kembali sebagai pakan ternak, dibuat gembus, dibuat kerupuk ampas tahu atau diolah menjadi tepung ampas tahu. Sedangkan limbah cairnya mengandung bahan organik serta BOD dan COD yang cukup tinggi dan belum diolah secara maksimal sehingga sangat riskan jika langsung dibuang ke saluran air.

 

Pengolahan Air Limbah Industri Tahu Menjadi Pupuk, Mudah dan Ramah Lingkungan

Seringnya pembuangan limbah cair industri tahu langsung ke saluran air mengakibatkan turunnya kualitas air serta gangguan terhadap kehidupan biotik. Ketika pelaku industri tahu membuang limbah cair ke sungai, secara otomatis bahan organik di perairan meningkat sehingga menghasilkan produk dekomposisi berupa karbondioksida, amonia, hidrogen sulfida, metana dan asam asetat. Zat-zat beracun inilah yang menimbulkan bau dan memicu perkembangan penyakit dan kuman. Untuk mengatasi permasalahan ini, IpalBioRich.com punya solusi untuk melakukan langkah pengolahan air limbah tahu menjadi pupuk sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Pengolahan Air Limbah Tahu Menjadi Pupuk

Pengolahan air limbah tahu menjadi pupuk bisa dilakukan dengan menambah beberapa bahan alami lainnya. Proses pengolahan ini biasanya menggunakan bahan seperti tanaman herba yang bekerja efektif dengan sisa protein dan asam cuka yang terkandung pada air limbah tahu di dalam proses fermentasi. Bahan-bahan utama dalam pembuatan pupuk ini berupa 70 liter air limbah tahu, 1 liter alkohol 70%, 30 liter air kelapa, sereh 1 kg, temulawak 4 kg dan dekomposer (EM) 2 liter. Sedangkan cara pembuatannya sebagai berikut :

1.       Cuci bersih semua tanaman herbal temulawak dan sereh.

2.       Setelah bersih haluskan bahan-bahan tersebut menggunakan blender atau penggilingan.

3.       Siapkan air limbah tahu di dalam drum plastik berukuran 100 liter.

4.       Masukkan bahan-bahan tanaman herba yang telah dihaluskan tadi ke dalam air limbah tahu tersebut.

5.       Tambahkan alkohol dan dekomposer (EM) ke dalam air limbah tahu.

6.       Tutup hingga rapat dan biarkan selama 10 hari

Apabila larutan sudah berbau menyengat, maka pupuk tersebut telah jadi. Tapi, bila belum tercium bau menyengat, maka proses fermentasi belum sempurna.

 

Leave a Reply