Memadukan Gaya dan Teknik Maestro (Part 2)

Dikoleksi para tokoh

Kematangan karya-karya Yahya kian terlihat dalam beberapa pame­ran tunggalnya. Di antaranya pame­ran yang bertajuk 234 in Harmony di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki (TIM), pada 2-11 Nopember 2012.

Memadukan Gaya dan Teknik Maestro (Part 2)

Dalam pameran ini, peraih penghargaan Betawi Award (The Jak’s Center) dalam bidang Seni Lukis Betawi ta­hun 2007 ini menampilkan sejumlah karya beragam tema dengan sapuan ekspresionis.

Kekagumannya kepada Affandi, Nyoman Gunarsa, Hardi, dan Kriyono terlihat dari goresannya yang spontan dan kadang dekoratif. Yahya menco­ba menggabungkan gaya dan teknik para pelukis senior itu dengan gayanya sendiri.

“Saya akui, para seniman senior ini banyak menginspirasi dan mewarnai karya-karya saya selama saya berkarya di dunia seni lukis di Indonesia,” ungkapnya.

Kolektor sekaligus pengamat seni Fadli Zon, dalam katalog pameran tunggal Yahya di Jakarta mengung­kapkan, Yahya termasuk perupa yang masih mengembara dan mencari tem­patnya yang tepat dalam dunia seni lukis di Tanah Air. Ada penemuan, ada pula penjajakan terhadap tema-tema lukisannya.

“Lukisannya merefleksikan kejujuran, kesederhanaan, dan dinami­ka serta warna pergulatan mencari kebahagiaan,” kata Fadli Zon.

Selain Fadli Zon, ada sejumlah nama lain yang sudah menjadi kolek­tor karya-karya Yahya. Mereka antara lain Irjen Pol Mudji Waluyo, Bambang Yoga Soegomo, Tuty Becker, Nina Barina, Asrian Mirza, Dedi Yusmen, Istri Menteri ESDM Jero Wacik, dan R Prioyono (mantan Kepala BP Migas).

Bicara soal aliran seni, Yahya me­ngaku mengalir saja. Ia bahkan me­ngaku tak terlalu memusingkan aliran apa yang tengah ia lakoni dalam karya-karyanya, ia lebih sering mengatakan jika karya yang saya lahirkan mengikuti perasaan hati saat melukis dengan tema tema yang teripirasi oleh pikiran saya.

Belajar dari karya-karya para maestro seni rupa, menu­rut Yahya, lebih penting ketimbang memikirkan aliran seni. “Apa saja saya lukis, yang penting bisa menjadi karya yang indah untuk dinikmati orang lain,” ungkapnya.

Di usianya yang menjelang kepala lima, Yahya masih aktif berkarya. Tak hanya lukisan bertema sosial, seniman ini sudah merambah ke beberapa karya yang bertema politik.*

Leave a Reply